Wakasek Jelaskan Kronologi Isu OTT di SMKN 5 Bandung

Wakasek Jelaskan Kronologi Isu OTT di SMKN 5 Bandung
Bandung

Tim Satgas Saber Pungli Jawa Barat dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di SMKN 5 Bandung. Pihak sekolah membantah tegas kabar tersebut dan memastikan tak ada OTT di sana.

Pihak sekolah lalu menjelaskan kronologi kedatangan Tim Saber Pungli ke SMK 5 Bandung. Mereka menyebut, tim datang untuk menanyakan aduan masyarakat terkait uang iuran pramuka siswa yang lolos PPDB 2022.

“Bapak-bapak saber pungli itu datang sebetulnya di hari kedua setelah di hari pertamanya, dapat aduan dari salah satu orang tua siswa yang belum puas (mengenai iuran pramuka). Dan kami sampaikan kronologi yang jelasnya seperti apa,” kata Wakasek Bidang Kesiswaan SMK 5 Kota Bandung Erwin Basuki saat ditemui detikJabar di sekolah, Jl Bojongkoneng, Kota Bandung, Jumat (24/6/2022).



Erwin menyatakan, pihak sekolah usai PPDB memang memberikan informasi kepada orang tua siswa mengenai rencana kegiatan perkemahan pramuka di SMK 5 Bandung pada 18 Juli 2022. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para orang tua siswa, salah satunya iuran untuk kegiatan tersebut.

Akhirnya, ada beberapa orang tua siswa yang ia sebut berinisiatif menitipkan uang pembayaran itu ke sekolah. Namun, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PPDB SMK 5 Bandung ini tak menyebut berapa iuran yang harus dibayar orang tua untuk kegiatan pramuka.

“Karena ada sebagian orang tua yang sudah membawa uang, terus katanya takut habis uangnya, jadi dititipkan ke kami karena takut habis duluan uangnya. Akhirnya berkembang informasinya seolah-olah dari kami ada pemaksaan, padahal enggak benar,” tuturnya.

Lalu Tim Saber Pungli Jabar datang ke SMK 5 untuk mengklarifikasi informasi tersebut. Erwin menyebut, tim sempat mem-BAP sejumlah pejabat, termasuk kepala sekolah dan dirinya atas aduan itu.

Namun ia kembali menegaskan, tak ada OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli saat itu. BAP bahkan berlangsung di lingkungan sekolah dan mayoritas diisi obrolan-obrolan santai dengan para pejabat SMK 5 Bandung.

“Jadi memang enggak ada OTT, karena kami waktu itu ngobrolnya juga santai. Kepala sekolah, saya memang sempat di BAP, tapi masih di lingkungan sekolah. Yang menerima uang pertama dari titipan orang tua juga di BAP, tapi enggak ada yang di-OTT,” tegasnya.

Mengenai kabar ada uang Rp 40 juta yang turut diamankan, Erwin lagi-lagi menegaskan hal itu tidak benar. Uang iuran pramuka itu memang sebagian sudah ada yang diterima dari orang tua siswa, kemudian diserahkan ke kepala sekolah supaya lebih aman.

“Jadi uang itu dikumpulkan, daripada nanti ada di brankas jadi dikumpulkan di kepala sekolah,” terangnya. Namun Erwin tak menyebutkan berapa nominal uang tersebut.

Pihaknya pun menyesalkan kedatangan Tim Saber Pungli Jabar malah menjadi isu OTT di SMK 5 Bandung. Terlebih, sekolah itu dalam waktu dekat akan membawa nama Jawa Barat berkompetisi di bidang lingkungan hidup tingkat ASEAN.

“Kami enggak membela diri, tapi dengan adanya berita (OTT) ini mudah-mudahan bisa diklarifikasi. Karena memang enggak ada yang namanya OTT di sekolah kami,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Tim Satgas Saber Pungli Jawa Barat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di SMKN 5 Bandung. Sekolah tersebut diketahui meminta uang iuran uang pramuka kepada orang tua murid yang anaknya lolos PPDB 2022.

(ral/yum)

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber resmi.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.