Viral Video Mobil Halangi Ambulans di Klaten, Polisi Klarifikasi Pengunggah

Viral Video Mobil Halangi Ambulans di Klaten, Polisi Klarifikasi Pengunggah

KLATEN – Aksi mobil yang diduga menghalangi laju ambulans sempat viral di media sosial Facebook Info Cegatan Klaten (ICK) yang diunggah akun dengan nama Kentho pada Selasa (21/6). Unggahan tersebut berupa video berdurasi 30 detik yang diduga direkam menggunakan kamera handphone (HP).

Atas viralnya video tersebut, hari ini (22/6), Satlantas Polres Klaten melakukan klarifikasi terhadap pihak yang merekam dan sopir ambulans. Pihak perekam video adalah Rafif Eka Cahyono, 18, warga Klaten Tengah. Dia merupakan seorang relawan yang berada dalam ambulans. Sementara sopir ambulans yakni Dimas Hanggar Dinata, 42, warga Kecamatan Wedi.

“Jadi awalnya video itu diunggah di media sosial Tiktok. Disertakan keterangan ‘satu detik buat kami ada nyawa harus kami tolong’. Jadi berbeda dengan yang diunggah di Facebook karena orangnya (pengunggah,Red) berbeda,” ucap Kanit Gakkum Satlantas Polres Klaten Iptu Slamet, Rabu (22/6).

Sementara itu, pada unggahan video yang sama di Facebook diberikan keterangan ‘AD 8627 KH minimal minggir mas nak eroh mobil ambulance’ (minimal minggir mas kalau lihat mobil ambulans). Video itu diunggah pemilik akun Kentho, sebelum akhirnya dihapus oleh pengunggah.

“Memang mobil ini ada di depan ambulans karena kondisinya sedang ramai. Tetapi sesaat kemudian tetap memberikan jalan dengan menepi. Tapi sebenarnya yang mengunggah video di Tiktok tidak mempermasalahkan,” ucap Slamet.

Ia mengungkapkan, video di Tiktok itu lantas viral setelah diunggah ulang di grup Facebook ICK oleh pemilik akun Kentho, disertai keterangan yang berbeda. Sedangkan pengunggah pertama di akun Tiktok tidak mengetahui jika videonya diunduh dan diunggah ulang oleh orang lain. Hingga akhirnya menyudutkan salah satu pihak dalam video tersebut.

“Sebenarnya ambulans itu sedang membawa pasien dari Jurangjero, Kecamatan Karanganom menuju ke Poliklinik Lempuyangan, Jogja. Tetapi ketika sampai di jalan Solo-Jogja di daerah Jogonalan, terjadilah peristiwa pada video tersebut. Kejadian itu sebenarnya terjadi pada Senin (20/6) lalu,” jelas Slamet.

Slamet pun mengimbau kepada pengendara kendaraan untuk memberikan jalan pada kendaraan prioritas seperti ambulans dan pemadam kebakaran. Caranya dengan menepi ke sisi kiri jalan. Sedangkan bagi yang hendak mengunggah video ke media sosial untuk lebih berhati-hati karena bisa disalahgunakan orang lain sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan persepsi yang berbeda. (ren/ria)

Reporter: Angga Purenda

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber radarsolo.jawapos.com.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.