Viral Saja Tidak Cukup Untuk Musik yang Mendunia

Viral Saja Tidak Cukup Untuk Musik yang Mendunia

Modal viral saja tidak cukup untuk memenangkan industri musik di kancah internasioal, menurut pengamat musik butuh konten yang menarik sisi appeal yang bisa diterima semua penikmat musik.

Wendi Putranto Co Founder Bloc Space mengatakan, musisi sekarang ini lebih ingin menguasai market lokal dulu. Sebab untuk go global tentu butuh modal tinggi.

“Penetrasi pasar internasional butuh modal, jadi artis sekarang fokus ke lokal dulu. Lokal aja susah, kalau berhasil lokal setelah itu bisa ke regional selanjutnya internasional,” kata mantan jurnalis majalah Rolling Stone ini.

Dia juga mengatakan, selama ini musisi mengalami masa berat yakni pandemi covid-19. Dua tahun setengah tanpa show dan tur sehingga pendapatan dan kesempatan mempersembahkan musik berkurang.

“Selama pandemi para musisi menggelar pentas secara visual, jelas ini jadi kendala untuk industri musik. Beruntung sekarang ini sudah ada teknologi sehingga musisi yang karena viral di media sosial bisa go internasional, misalnya Rich Brian, Niki. Tapi ingat, viral itu tidak bisa dibentuk, tidak bisa diprediksi ada unsur x, ada unsur lucky-nya,” tambah pria yang juga manajer Grup Band Seringai ini.

Apalagi sekarang, kata Wendi  sudah ada agency seperti 88rising asal Los Angeles Amerika Serikat yang konsen pada artis-artis Asia yang kemudian dibawa ke ajang internasional.

“Jika memang ingin merambah ke kancah internasional, butuh keterlibatan pemerintah. Waktu jalan-jalan ke Filiphina dan Thailand saya lihat
musik kita sudah cukup bagus, Indonesia masih unggul di Asia Tenggara. Kalau mau masuk ke ajang yang lebih luas butuh campur tangan pemerintah, lebih hight level lagi,” katanya.

Bentuk keterlibatan pemerintah, kata Wendi bisa dalam bentuk ajang pameran dan festival seperti ajang South by Southwest (SXSW ajang tahunan serta festival dan konferensi musik). Selain itu, brand lokal bisa menjadikan para musisi sebagai brand ambasador produknya, seperti yang dilakukan LG,  Samsung dan merk dagang lainnya, di Korea. (rst)

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber www.suarasurabaya.net.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.