Viral Pelanggan Didenda Rp 68 Juta Segel Meteran Tak Asli, PLN Buka Suara

Viral Pelanggan Didenda Rp 68 Juta Segel Meteran Tak Asli, PLN Buka Suara

Jakarta

Pelanggan PLN diminta membayar tagihan denda sebesar Rp 68 juta karena segel meteran listrik di rumahnya dianggap tidak asli. Cerita itu viral di media sosial.

Pelanggan PLN berinisial SW itu menceritakan kronologi awalnya bahwa rumah didatangi petugas PLN yang melakukan pengecekan rutin seperti biasa. Sayangnya saat itu SW tidak berada di rumah.

SW mengatakan petugas PLN itu mencari-cari kesalahan dan meteran miliknya disebut perlu dibawa ke lab PLN untuk pengecekan lebih lanjut. Kemudian petugas datang lagi dan meminta SW membawa alat meterannya ke lab mereka di PLN Bandengan, Jakarta Utara.

“Hasilnya?? Pihak PLN menuduh segel kita nggak ORI dan harus membayar denda sebesar Rp 68 juta,” jelas SW dalam unggahannya dikutip detikcom, Senin (20/6/2022).

Dalam unggahannya, tertera perbedaan segel meteran asli dengan segel palsu yang dituding dipakai SW. Padahal segel meteran di rumahnya sudah dipasang sejak 1993 dan nggak pernah diganti.

“Jujur gua sebagai orang awam & nggak tau apa-apa merasa DIPERAS sama pihak PLN. Kita sebagai konsumen nggak bisa bela diri dan diancam listrik akan diputus kalau tidak bayar denda,” jelasnya. Penulisan sudah disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia yang benar.

SW menduga bahwa kasus yang dialaminya adalah modus penipuan PLN. Pasalnya yang dipermasalahkan adalah segel pelanggan buatan tahun 1993, berbeda dengan segel master PLN (karatan/huruf ada yang hilang).

“Setelah tanya-tanya & research googling tentang hal ini, ternyata sudah banyak yang kena kejadian ini & viral juga kasusnya di Twitter. Mungkin memang udah ‘MODUS’ si PLN!!,” tulisnya.

Penjelasan Resmi PLN

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Kemas Abdul Gaffur mengatakan pihaknya sudah mengajak SW untuk bertemu pada 22 Juni 2022. Dia pun menyayangkan kasus ini sudah terlebih dahulu viral.

“Nanti kita ketemu tanggal 22, nanti kita hadirkan tim dari Ditjen Ketenagalistrikan (untuk menjelaskan). Nanti setelah itu baru kita lihat hasilnya. Namun sebelum ketemu, dia sudah viralkan duluan, gimana, kita sudah tanggapi,” kata Kemas.

Kemas menegaskan bahwa sampai saat ini SW masih menikmati listrik PLN dan belum ada pemutusan. Lebih lanjutnya, dia meminta agar menunggu hasil pertemuan pada 22 Juni 2022.

“Nggak diputus di rumahnya. Belum (diputus), gimana lah kita ini. Kita masih komunikasi kok. Nanti setelah itu baru kita tunggu hasil pertemuan,” jelasnya.

(aid/ara)

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber finance.detik.com.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.