SMK Teknologi Lengayang, Bekali Siswa Dengan Ilmu Agama

SMK Teknologi Lengayang, Bekali Siswa Dengan Ilmu Agama
CERAMAH: Siswa kelas X jurusan TKJ SMK Teknologi
Lengayang, Agung, saat menyampaikan ceramah agama dalam
safari Ramadhan di Masjid Nurul Hikmah, Kampung Ganting,
Kecamatan Lengayang pada Ramadhan lalu.(DOKUMENTASI SMK TEKNOLOGI)

Selain terampil dan juga berkualitas secara akademis, pengetahuan tentang iman dan ketaqwaan (Imtaq) juga menjadi hal utama yang juga tidak dikesampingkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Ini sesuai dengan visi-misi yang dimiliki sekolah itu, dalam membentengi siswanya agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas serta berbagai kenakalan remaja lainnya.

Kepala SMK Teknologi Lengayang, Rio Susanto menjelaskan, upaya itu mesti dilakukan agar SMK Teknologi Lengayang juga mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang andal dalam melakukan perannya terhadap pembangunan bangsa.

“Kita di sekolah ini memang juga menjadikan Imtaq sebagai salah satu kurikulum muatan lokal. Upaya itu kita lakukan, karena sains atau Iptek tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa sains adalah buta. Karena semakin beratnya tantangan dan pengaruh kenakalan remaja, maka mereka perlu dibekali sesuai dengan visi misi yang dimiliki sekolah,” ujar Rio Susanto, kepada Padang Ekspres Sabtu (18/5) di ruang kerjanya.

Dia mengungkapkan, pada bulan suci Ramadhan 1443 H tahun 2022 yang sudah berlalu, sekolah itu juga ikut menurunkan tim safari Ramadhan.

“Tim safari Ramadhan yang berasal dari siswa SMK Teknologi Lengayang sebanyak 10 orang per tim itu, mengunjungi 7 buah masjid. Selain menyampaikan ceramah agama dan sosialisasi sekolah, para siswa yang tergabung dalam tim safari ramadhan ini juga mnyalurkan bantuan Al Quran dan tafsirnya,” jelas Rio.

Sekolah itu bisa menurunkan tim safari Ramadhan, karena para siswanya juga dibekali dengan pengetahuan keagamaan melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler melalui guru bidang studi agama Islam, Rahman Darmawan.

Dia menambahkan bahwa beberapa kegiatan unggulan bidang keagamaan yang selalu diterapkan di sekolah itu di antaranya, shalat berjamaah setiap waktu dzuhur, kuliah tujuh menit (kultum) setiap Jumat pagi, lomba pidato/ceramah agama, lomba adzan, lomba salat jenazah, serta kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

“Khusus setiap bulan suci Ramadhan, selain melakukan kunjungan safari Ramadhan, sekolah ini juga melakukan kegiatan pesantren Ramadhan. Pesantren Ramadhan ini dilakukan selama 14 hari. Agar pendalaman ilmu agama lebih maksimal, maka kita juga mendatangkan tenaga pengajar dengan berbagai disiplin ilmu,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Mairida Triwati menambahkan, bahwa sekolah yang memiliki 483 orang siswa tersebut, tahun 2022 ini juga mendapatkan kesempatan untuk mengikutkan 2 orang siswanya sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di tingkat kabupaten.

“Ini merupakan salah satu kebanggan pula bagi kami di sekolah ini, sebab sudah tiga tahun berturut-turut siswa dari sekolah ini terpilih sebagai anggota Paskibraka di tingkat kabupaten. Dua orang siswa yang terpilih melalui seleksi yang ketat itu di antaranya, Ahmad Alfatah, dan Nabila Alaysia, siswa kelas X,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa, sebelumnya ada sebanyak 7 orang siswa dari sekolah itu yang mengikuti seleksi di SMA Negeri 1 Sutera, Kecamatan Sutera.

“Dari tujuh orang yang diutus untuk mengikuti seleksi itu, 4 orang dikirim ke kabupaten untuk melakukan seleksi berikutnya. Alhamdulillah 2 orang akhirnya lulus di tingkat kabupaten. Ini tentu menjadi sebuah kebanggan. Sebab tidak semua sekolah bisa mengutus siswanya untuk bisa maju di tingkat kabupaten, apalagi provinsi dan pusat. Harapan saya ini menjadi langkah awal dalam menyemangati siswa untuk bisa melaju ke tingkat yang lebih tinggi lagi di masa datang,” harapnya.

Wakil kepala sekolah bidang Kesiswaan, Septia Meza menambahkan, bahwa sekolah yang memiliki 31 orang tenaga pengajar itu, sekarang sudah dijadikan sebagai pilihan oleh orangtua untuk melanjutkan pendidikan anaknya di tingkat menengah atas.

“Saya katakan demikian, sebab sekolah ini memiliki empat jurusan ini telah memiliki 483 orang siswa, yang terdiri dari kelas X sebanyak 177 orang siswa, kelas XI 166 siswa, dan kelas XI yang sudah lulus sebanyak 139 orang pula,” ucapnya.

Para siswa ini dibagi pada empat jurusan kejuruan yang terdiri dari Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Teknik Industri Tenaga Listrik (TITL), dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif/Mobil (TKRO).

“Penguasaan sains, ilmu agama, prestasi akademik, dan kegiatan bidang kesiswaan, perlu dilakukan secara berimbang. Karena bila tidak seimbang, pembangunan yang komprehensif, holistik, dan berkelanjutan akan jauh dari harapan. Beranjak dari harapan itulah, sehingga pendidikan agama di sekolah ini juga dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal,” jelasnya.

Disebutkan, penanaman nilai-nilai keagamaan secara dini bagi anak didik, akan menjadi penentu pembentukan karakter mereka di masa datang.

“Masa remaja merupakan masa keemasan bagi mereka. Makanya sebagai tenaga pendidik kita harus mampu membaca kondisi tersebut, agar mereka tidak lepas kontrol, terutama sekali di saat mereka berada di luar lingkungan sekolah,” timpalnya. (yon)

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber padek.jawapos.com.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.