Bisnis  

Siap-siap! Harga Laptop dan HP Bakal Melejit Gara-gara Ini

Siap-siap! Harga Laptop dan HP Bakal Melejit Gara-gara Ini

Jakarta

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terus menekan Rupiah. Nikai tukar Dolar terhadap Rupiah sempat menyentuh Rp 14.900, hingga pukul 12.05 WIB kurs dolar berada di rentang Rp 14.788-14.904.

Gelombang inflasi bakal terjadi di tengah masyarakat Indonesia dengan terus menguatnya nilai tukar Dolar. Beberapa barang-barang di tengah masyarakat pun bakal naik, khususnya yang diimpor.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan salah satu barang yang naik harganya adalah barang elektronik seperti laptop dan handphone.

Semua barang itu naik itu karena masih banyak diimpor. Dengan menguatnya kurs Dolar AS, biaya impor barang-barang akan semakin besar.

“Betul, itu termasuk (laptop dan handphone) karena dia barang impor,” ungkap Faisal kepada detikcom, Senin (20/6/2022).

Selain barang-barang elektronik, menguatnya nilai tukar Dolar AS juga bakal mengerek harga barang lain yang masih diimpor. Semisal bahan pangan, hingga kendaraan.

“Dampaknya memang akan semakin mengkatrol harga barang-barang yang kita impor. Baik barang jadi seperti bahan pangan, obat-obatan, pakaian, kendaraan, dan lainnya,” ujar Faisal.

Sementara itu, menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kenaikan harga barang-barang di tingkat konsumen terjadi karena biaya produksi yang meningkat di tingkat industri karena menguatnya nilai tukar Dolar AS.

Bahan baku yang masih banyak diimpor membuat biaya produksi meningkat. Ujungnya, kenaikan biaya ini dibebankan ke konsumen.

“Ada kenaikan biaya produksi industri manufaktur. Kenaikan biaya produksi ini, utamanya di manufaktur bergantung ke bahan baku impor akan diteruskan kepada konsumen akhir maka akan menciptakan tekanan inflasi lebih tinggi di dalam negeri,” papar Bhima kepada detikcom.

Beberapa barang yang bakal naik menurut Bhima adalah barang elektronik, macam handphone hingga laptop. Kemudian makanan dan minuman yang memiliki bahan baku impor, hingga sektor otomotif. Ketiga produk ini memiliki bahan baku impor yang besar.

“Yang akan terdampak tentu saja barang elektronik, makanan, minuman, dan juga otomotif,” lanjutnya.

Simak VideoKebanyakan WFH, Konsumen di Indonesia Gemar Cari-Beli Produk Teknologi
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber news.google.com.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.