Setelah Bunuh 3 Anaknya, Ibu Ini Terlihat Senyum Dalam Sel Tahanan

Setelah Bunuh 3 Anaknya, Ibu Ini Terlihat Senyum Dalam Sel Tahanan
Kanti Umi kini sedang menjalani pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit, ia sebelumnya tersenyum di dalam penjara. (Instagram/memomedsos)

Berita Link – Kondisi terkini seorang ibu di Brebes yang menganiaya tiga anak kandungnya diungkap oleh dokter di RSUD dr Soeselo Slawi. Sebelumnya, pada rekaman video terlihat ia tersenyum di dalam sel penjara lalu bersedih seketika.

Ia juga kini tengah menjalani pemeriksaan kejiwaan usai aksi keji yang dilakukan terhadap ketiga anaknya tersebut. Diketahui akibat aksinya itu, satu di antara tiga anak kandungnya meninggal dunia karena luka di leher.

Sementara dua anaknya yang lain kini harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Saat curhat di dalam penjara, wanita bernama Kanti Utami atau Kanti Umi (35) itu mengaku ingin menyelamatkan anak-anaknya dari penderitaan.
Menurutnya, satu-satunya cara agar anak-anaknya selamat yakni dengan meninggal dunia.

Sebab, ia tak ingin anak-anaknya itu merasakan penderitaan seperti yang ia alami.

Tak hanya itu, Kanti Umi juga berulang kali menegaskan kalau dirinya tidak gila.
Kanti Utami dibawa Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes, ke RSUD dokter Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (21/3/2022).
Masih Ingat Kejadian 6 Bulan Lalu

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com Senin, tim dokter RSUD Soelelo Slawi melakukan tiga tahap pemeriksaan terhadap Kanti Umi.

Tiga tahap pemeriksaan itu mulai dari psikiatri, profil kepribadian, hingga kecerdasan pasien.

Dokter spesialis kesehatan jiwa RSUD dr Soeselo Slawi, dr Glorio Immanuel mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan psikiatri, profil kepribadian hingga kecerdasan pelaku.

“Sejauh ini masih menjawab dengan baik pertanyaan tim dokter terkait kejadian enam bulan lalu,” kata dr Glorio, dilansir dari Kompas.com.

Seperti diketahui, terduga pelaku sebelumnya berprofesi sebagai perias kecantikan di salon.

Namun ia terpaksa menganggur karena pandemi Covid-19, sehingga kebutuhan hidup hanya mengandalkan dari penghasilan suami yang bekerja di Jakarta.
Meski demikian, lanjut dr Glorio, Kanti Umi juga kerap mengalami ketakutan saat melihat banyak orang.
Curhat di Dalam Sel

Kini mendekam di penjara, Kanti Umi melayangkan curhatan kepada polisi.

Mendekam di dalam sel tahanan, Kanti Umi sempat merengek minta minum ke polisi.

Video saat Kanti Umi meringkuk di penjara direkam kepolisian Polres Brebes.

“Pak air anget pak, saya haus,” kata Kanti Umi dilansir TribunnewsBogor.com dari akun Instagram @memomedsos, Senin (21/3/2022).

Dipancing penyidik kepolisian dengan pertanyaan sederhana, Kanti Umi blak-blakan.

Kepada polisi, ibu tiga anak itu mengaku bukan orang gila.
Adapun aksi nekatnya membunuh anak kandungnya itu adalah karena luka masa lalunya.
“Saya enggak gila. Saya dari kecil udah dikurung,” ujar Kanti Umi.

“Dikurung sama siapa ?” tanya polisi.

“Semuanya, sama ibu saya,” akui Kanti Umi.
Di dalam tahanan itu, ia pun terlihat tersenyum lalu bersedih dalam waktu yang bedekatan.

“Namanya Kanti Utami, saya nanti mau ganti nama,” kata di.

“Ganti nama apa?,” tanya sang polisi.

“Mutmainah ya, cantik kan namanya?,” tanya Kanti Umi sambil tersenyum.

“Cantik sekali,” jawab polisi tersebut.

Namun tak lama setelah itu, ia pun menceritakan sosok suaminya.
Pada momen ini, Kanti Umi memperlihatkan raut kesedihan.

Ia pun mencurahkan isi hati soal kehidupan pilunya bersama suami dan anak-anaknya.

“Saya enggak gila Pak. Saya pengin disayang sama suami. Tapi suami saya sering nganggur, saya enggak sanggup kalau kontrak kerjanya habis lagi,” kata Kanti Umi seraya hendak menangis.

Alasan utama Kanti Umi ternyata dipicu karena kekhawatirannya terhadap anak-anaknya.

Kanti cemas anak-anaknya kelak akan dibentak oleh ayah mertuanya, Amin.

Ia pun merasa harus menyelamatkan anak-anaknya dari kejahatan keluarga.

“Saya mau menyelamatkan anak saya. Amin bapaknya suami saya, saya cuma mau taubat, sebelum saya mati, saya cuma mau menyelamatkan anak-anak biar enggak dibentak-bentak,” ungkap Kanti Umi.

“Mendingan mati aja, enggak perlu ngerasain sedih. Harus mati biar enggak sakit kayak saya, dari kecil saya memendam puluhan tahun,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.