Bisnis  

Saham ICBP Milik Salim Mulai Liar Nih, Ini Pemicunya

Saham ICBP Milik Salim Mulai Liar Nih, Ini Pemicunya

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga saham emiten konsumen milik Salim Group yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diam-diam mulai bergerak naik.

Setelah mencatatkan koreksi harga saham di kuartal pertama, pelan tapi pasti saham produsen mie instan paling populer yaitu Indomie ini mulai uptrend sejak pekan ketiga bulan April.

Data perdagangan mencatat, nilai kapitalisasi pasar ICBP melonjak 10,23% dalam sepekan. Return yang dihasilkan dari capital gain saham ICBP bahkan mencapai 14,24% dalam sebulan terakhir.

Untuk ukuran saham dengan kapitalisasi besar (big cap) sekelas ICBP apresiasi di atas 10% dalam sebulan terbilang ‘oke’.

Apalagi sentimen di pasar sebenarnya sedang kurang mendukung. Sebagai salah satu produsen mie instan dan bahan makanan lain, bisnis ICBP ikut terdampak perang Russia dengan Ukraina.

Krisis pangan global yang membuat harga gandum melesat menjadi ancaman bagi bisnis dan marjin laba produsen mie instan satu ini.

Namun tampaknya koreksi yang terjadi justru dimanfaatkan investor untuk mengakumulasi saham ICBP. Dari sisi fund flow, investor asing terus memborong saham ICBP.

Dalam sebulan terakhir, asing terpantau membukukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp 159 miliar.

Memang kalau berkaca pada kinerja keuangan tahun lalu, laba bersih ICBP mengalami penurunan secara tahunan sebesar 3%. Padahal dari sisi top line, pendapatan ICBP masih tumbuh nyaris 22%.

Hanya saja tanda-tanda perbaikan kinerja keuangan ICBP mulai terlihat pada kuartal I-2022. ICBP sukses mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 21,2% secara kuartalan dan 13,9% secara tahunan.

Pendapatan dari hampir semua segmen bisnis ICBP mencatatkan pertumbuhan hingga dobel digit mulai dari mie instan, susu, snack, makanan bernutrisi hingga bumbu masakan.

Kendati dari sisi marjin laba operasional cenderung turun dibanding kuartal IV-2021 dan kuartal I-2021, tetapi kerugian atas selisih kurs yang dibukukan perseroan mengecil.

Hingga kuartal I-2022, kerugian bersih dari selisih kurs yang dicatatkan oleh ICBP sebesar Rp 189 miliar. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kuartal I-2021 yang mencatatkan kerugian sampai Rp 853 miliar.

Penurunan kerugian akibat kurs tersebut turut mendongkrak bottom line ICBP sehingga membuat laba bersihnya naik 11,8% secara tahunan menjadi Rp 1,94 triliun.

Perbaikan kondisi keuangan ICBP tersebut turut menjadi katalis positif untuk pergerakan harga sahamnya yang sempat downtrend.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Waspada! Sudah Pepet All Time High, IHSG Rawan Profit Taking

(trp/trp)


Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber news.google.com.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.