PKB Tanggapi Cuitan Yenny Wahid soal Cak Imin Ambil Partai Orang

PKB Tanggapi Cuitan Yenny Wahid soal Cak Imin Ambil Partai Orang
Jakarta, CNN Indonesia

Wakil Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menepis pernyataan Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid yang menyebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin hanya bisa mengambil partai orang.

Menurutnya, Cak Imin meraih pucuk pimpinan PKB lewat jalur resmi. Dia pun menyebut perpindahan kekuasaan dari Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ke Cak Imin berlangsung dengan baik.

“Walaupun memang dikeluarkan oleh Gus Dur misalnya, itu kan sebenarnya secara formal pertarungan ini resmi, lewat jalur formal, bagaimana perpindahan kekuasaan itu dengan baik,” kata Maman kepada wartawan saat ditemui di Jakarta Selatan pada Kamis (23/6).

Ia mengakui bahwa Gus Dur pernah Cak Imin pada 2008. Ketika itu, Gus Dur menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro, sementara Cak Imin menduduki jabatan Ketua Dewan Tanfidz.

Namun, menurut Maman, Gus Dur menyelipkan klausul bahwa Cak Imin merupakan Ketua Dewan Tanfidz sementara karena tak ingin PKB hancur

“Saya tahu persis sesuatu di balik semua ini bahwa ketika itu Cak Imin dipecat dalam rapat Dewan Syuro tapi di rapat itu pula ada klausul bahwa pejabat sementaranya adalah Cak Imin,” katanya.

“Gus Dur ingin mengatakan memang kita butuh sebuah penyegaran sehingga kita tidak ingin partai yang dilahirkan Nahdlatul Ulama berkeping-keping hancur,” sambung Maman.

Ia pun menyampaikan bahwa Cak Imin telah berhasil melakukan konsolidasi PKB hingga saat ini. Menurutnya, PKB hanya tinggal nama bila Cak Imin tidak melakukan konsolidasi setelah peristiwa yang terjadi pada 2008 silam.

“Kalau Cak Imin seandainya tidak mengonsolidasi ini dan babak belur ketika itu, maka saya rasa PKB hanya tinggal nama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Maman menyampaikan, PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin tidak pernah melenceng dari ajaran Gus Dur. Dia pun menegaskan bahwa PKB tetap menghormati Gus Dur sebagai sosok pendiri PKB.

“Tidak ada garis perjuangan atau apapun namanya di PKB hilangnya yang melenceng dari pemikiran-pemikiran Gus Dur, saya yakin enggak. Jadi, kalau kita datang ke DPP PKB, foto Gus Dur itu sangat besar,” kata Maman.

Sebelumnya, Yenny menyebut Cak Imin hanya bisa mengambil partai orang. Pernyataan Yenny membalas ucapan Cak Imin sebelumnya. Imin menyebut Yenny bukan kader PKB.

“Cak Imin juga belum tentu lho bisa bikin partai sendiri.. kan bisanya mengambil partai punya orang lain. Peace, Cak,” kata Yenny melalui akun Twitter @yennywahid, Kamis (23/6).

Yenny kembali menegaskan dirinya sebagai kader PKB. Namun, Yenny tidak mengakui Cak Imin sebagai pemimpin partai tersebut.

“Hahaha inggih Cak. Tapi ndak usah baper to, Cak. Dan memang benar, saya bukan PKB Cak Imin. Saya kan PKB Gus Dur,” tuturnya.

Perdebatan Cak Imin dengan Yenny terjadi sejak Rabu (22/6). Yenny menyatakan dirinya sebagai kader PKB Gus Dur, bukan PKB Cak Imin.

Cak Imin pun merespons pernyataan itu melalui akun Twitter. Dia menyebut Yenny bukan bagian dari PKB.

“Yeni itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, bbrpa kali pemilu nyerang PKB gak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu. PKB sdh aman nyaman kok..” tulis Cak Imin.

Yenny merupakan anak Gus Dur, sementara itu, Cak Imin merupakan keponakan Gus Dur.

Yenny terdepak dari jabatan Sekjen PKB periode 2005-2010 berdasarkan hasil musyawarah pimpinan dan silaturahmi alim ulama pada 5 hingga 6 April 2008.

Wakil Sekjen DPP PKB ketika itu Helmy Faishal Zaini mengklaim pemberhentian Yenny juga didasari atas temuan-temuan tim investigasi DPP PKB bahwa telah terjadi infiltrasi, intimidasi, intrik, serta dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Yenny bersama sejumlah sosok lainnya.

(mts/pmg)

[Gambas:Video CNN]


Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber resmi.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.