Dunia  

Panas! Tolak Permintaan Rusia Terkait Ukraina, Amerika: Dialog atau Konfrontasi!

Panas! Tolak Permintaan Rusia Terkait Ukraina, Amerika: Dialog atau Konfrontasi!
Foto Ilustrasi/Sindonews

Beritalink.com – Amerika Serikat dengan tegas meolak permintaan Rusia terkait permasalahan Ukraina. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Ned Price mengatakan Washington tidak akan mempertimbangkan proposal Rusia.

AS pun mengultimatum dan menyuruh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memilih antara dialog dan konfrontrasi terkait permasalahan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken jelang pertemuan delegasi AS dan Rusia di Jenewa, Senin (10/1/2022) mengatakan “Ada dua jalan di depan kami. Ada jalan dialog dan diplomasi untuk mencoba menyelesaiklan sejumlah perbedaan dan menghindari konfrontasi,” tuturnya dikutip Bertalink.com dari CNN.

Washington tidak mau membuat keputusan tentang Ukraina tanpa masukan dari Kiev.

Menurut Price, para diplomat Amerika dengan senang hati menerima berbagai kesepakatan timbal balik mengenai misil dan transparansi pergerakan pasukan.

“Sedangkan jalan lainnya adalah konfrontasi dan konsekuensi masif untuk Rusia jika melanjutkan agresi di Ukraina. Kami akan mencoba menguji pilihan mana yang Presiden Putin persiapkan untuk diambil,” kata Blinken.

Rusia sendiri membantah telah memobilisasi lebih dari 100.000 pasukan di sejumlah wilayah di dekat perbatasan Ukraina. Mereka berdalih memusatkan ratusan ribu pasukan untuk melindungi keamanan negaranya.

Rusia bahkan meminta jaminan dari AS dan NATO, agar tak menerima Ukraina dan Georgia untuk menjadi bagian dari aliansi barat tersebut.

Menurut Rusia hal itu akan menjadi sebuah ancaman bagi keamanan negaranya.

“Percakapan itu sulit, tetapi seperti bisnis, kami terjun ke masalah urusan yang akan datang. Saya pikir kami tak akan membuang waktu. Saya tak pernah kehilangan optimism saya, saya selalu dibimbing olehnya,” ujar Kepala delegasi Rusia, Sergei Rybakov  dilansir dari The Guardian.

Pada hari Senin, setelah pertemuan di Jenewa, Ryabkov mengatakan kepada pers bahwa Moskow tidak akan menerima apa pun selain jaminan penuh dari Washington bahwa NATO mengakhiri perluasannya ke arah timur.

Pertemuan NATO-Rusia sendiri direncanakan akan dilakukan pada hari Rabu (12/1/2022), di mana para diplomat akan membahas serangkaian proposal keamanan lainnya, yang diajukan oleh Moskow pada bulan Desember lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.