Pakai Teknologi Common Rail Sejak 2011, Ini Kelebihan Isuzu

Pakai Teknologi Common Rail Sejak 2011, Ini Kelebihan Isuzu

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) disebut telah menggunakan teknologi mesin diesel common rail sejak 2011. Model pertama yang mengadopsi teknologi mesin tersebut adalah Isuzu GIGA.

Product Development Division IAMI Tonton Eko menjelaskan, penerimaan masyarakat terhadap teknologi diesel common rail terbilang baik. Ketika pertama diterapkan, para pelanggan tidak pernah mengalami kendala yang signifikan sehingga membantu proses perawatan lebih efisien.

Menurut dia, dengan teknologi mesin common rail, proses konsumsi bahan bakar menjadi lebih presisi dan efisien karena semua sudah terkomputerisasi dengan ECU. Sehingga menghasilkan pembakaran sempurna dan membuat kadar karbondioksida lebih sedikit.

“Pengalaman Isuzu lebih dari 10 tahun dengan mesin common rail membuktikan bahwa produk Isuzu diterima dengan baik oleh masyarakat dan mekanik Isuzu juga sudah lebih siap dalam meng-handle mesin diesel common rail. Begitu juga dengan penyediaan suku cadang,” tutur Tonton dikutip dari siaran pers, Senin (20/6/2022).

Diketahui teknologi common rail mampu menurunkan emisi dan output lebih tinggi, yang berhubungan dengan tekanan injeksi. Mesin itu menerapkan pengendalian kuantitas injeksi bahan bakar guna mengurangi kebisingan dan emisi gas buang.

“Dengan kinerja mesin yang meningkat karena adanya kontrol waktu yang fleksibel, mesin itu dapat dengan bebas mengendalikan tekanan injeksi sebagai respons terhadap putaran dan beban mesin,” jelas dia.

Tonton menambahkan, mesin common rail juga mempertegas DNA Isuzu sebagai kendaraan irit bahan bakar, sebab konsumsi bahan bakar unit Euro 4 Isuzu lebih irit ketimbang unit Euro 2. Dengan demikian, penggunaan mesin common rail diharapkan dapat menghemat biaya operasional para pengusaha transportasi.

Sementara itu, Direktur PT Kemasan Ciptatama Sempurna, Wahyudi Sulistya mengatakan bahwa, penggunaan mesin common rail Isuzu sejauh ini tidak mengalami kendala.

“Kami tentu memilih yang sudah berpengalaman, karena ini menyangkut investasi besar dan keberlangsungan operasional perusahaan,” tuturnya.

Menurut Wahyudi, pihaknya memiliki pengalaman yang memuaskan selama 14 tahun menggunakan Isuzu, serta kurang lebih 10 tahun dengan teknologi mesin common rail.

Dia mengaku tidak khawatir ketika penerapan regulasi emisi Euro 4 dijalankan oleh pemerintah. Hal ini karena unit yang digunakan sudah menerapkan teknologi mesin common rail sejak 2011. Sebagai perusahaan yang telah menggunakan Isuzu GIGA untuk aktivitas bisnisnya, dia mendukung penerapan regulasi tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)


Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber www.cnbcindonesia.com.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.