menu
Viral Tak Hanya di Jogja, Isu Klitih Sasar Pemuda Juga Terjadi di Banjarmasin
Viral  Tak Hanya di Jogja, Isu Klitih Sasar Pemuda Juga Terjadi di Banjarmasin
Ramai isu klitih dikalangan remaja, tak hanya di Jogja, kali ini juga terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan

[VIRAL] Duduk Perkara Isu Klitih Sasar Pemuda di Kuin & Belitung Banjarmasin

Serentetan aksi penyerangan mengejutkan warga di Banjarmasin di tengah merebaknya isu klitih atau fenomena kenakalan remaja.

Dua pemuda di Kuin Selatan-Belitung Utara Banjarmasin jadi sasaran penyerangan sekelompok pemuda pada Minggu (17/4) dini hari.

Hanya berselang hitungan jam, kesialan serupa juga menimpa seorang remaja di Kompleks Antaluddin, Jalan Simpang Anem, Belitung Utara, Banjarmasin Barat.

Para pelaku penyerangan di dua tempat itu diduga adalah sekelompok pemuda. Yang hingga kini identitasnya terus diselidiki kepolisian. Kabar tersebut belakangan juga sudah berembus di jagat maya media sosial usai ramai dibagikan oleh akun Instagram @arthurelnino dan @dka_august.

“Korban penyerangan tanpa motif di rumah saudara kami,” tulis @arthurelnino dengan latar foto korban penyerangan sembari menandai akun resmi tim buru sergap andalan Polda Kalsel @macan_kalsel, Kapolresta Banjarmasin @sabana_a_martosumito, @ditreskrimum_poldakalsel, hingga @polresta_banjarmasin.

Sementara akun @dka_august menceritakan kronologis penyerangan bermula ketika dirinya tengah bersantai di teras rumah sekitar pukul 03.00 pagi.

“Begini ceritanya kami lagi santai di teras rumah. Sekitar jam 3 pagi menunggu waktu sahur tiba tiba segerombolan pemuda melintasi rumah saudara saya tanpa motif tiba-tiba menyerang kami dengan menerobos pekarangan rumah. Rata rata menggunakan senjata celurit parang dan tombak.”

Bersandar informasi tersebut, apahabar.com kemudian melakukan penelusuran langsung kepada para korban. Diketahui jika penyerangan tersebut kali pertama terjadi di depan Gang Pusara, Kuin Selatan, Banjarmasin Barat.

Bermula ketika empat remaja sedang duduk di sebuah pos ronda. Mereka tengah berniat keliling membangunkan warga sahur. Sekira pukul 01.30, kata korban AM (17), melintas sekelompok pemuda. Mereka berjumlah 9 orang. Mengendarai 3 sepeda motor.

Saat melintas, komplotan pemuda itu, kata AM, tiba-tiba meneriaki mereka yang sedang duduk di pos ronda. “Woy, woy, woy,” kata AM menirukan.

Lewat sekitar 100 meter, komplotan ini kemudian putar balik. Beberapa di antaranya mengacungkan senjata tajam ke arah AM dan temannya.

Melihat itu, ketiga teman AM lari ke dalam Gang Pusara. Sementara AM tertinggal dan mencoba lari, namun terjatuh. Tanpa basa-basi, para pemuda itu kemudian beramai-ramai menyerang AM. “Saya hanya bisa tertelungkup, menutup kepala dan wajah,” katanya.

Waktu itu, AM mendengar ada seorang dari komplotan pemuda itu berkata, “Lain-lain (bukan orangnya),” ujar AM.

Sejurus berselang para pemuda itu pergi meninggalkan AM yang menderita luka di kepala dan di tangan. AM lalu dilarikan ke Rumah Sakit Islam Banjarmasin.

Berselang dua jam atau sekitar pukul 03.00, penyerangan serupa terjadi di Kompleks Antaluddin, Jalan Simpang Anem, Kelurahan Belitung Utara, Banjarmasin Barat.

Korbannya kali ini adalah AR (24) seorang warga Handil Bhakti, Kabupaten Barito Kuala. AR menderita luka di bagian kepala, wajah, dan tangan.

Berawal ketika 5 pemuda, termasuk AR sedang nongkrong di salah satu rumah kawan mereka. Saat asyik nongkrong, datang segerombolan remaja. “Mereka teriak-teriak. Kami tegur,” kata AR.

Kemudian para pemuda itu, kata AR, seolah mencari gara-gara. Mereka awalnya meminta air minum. “Tapi dengan nada kasar,” katanya.

AR dan temannya menolak. Mereka malah melempar bak sampah dan teriak sejadi-jadinya. “Dengan nada mengolok,” katanya.

Singkat cerita, salah satu teman AR kembali menegur. Tiba-tiba beberapa dari komplotan remaja itu mengeluarkan senjata tajam dan mencoba menyerang.

Keempat teman AR lalu lari masuk ke dalam rumah. Sedang AR tertinggal di luar sendiri. Dia lantas jadi bulan-bulanan komplotan remaja itu.

“Ada sekitar 3 orang yang menyerang saya dengan senjata tajam. Sisanya menjaga di luar pagar,” katanya.

Melihat satu temannya tertinggal di luar, teman AR lalu ke luar dan coba memisahkan. Selanjutnya mereka pergi. AR lalu dibawa ke Rumah Sakit Suaka Banjarmasin.

Para korban dalam penyerangan tersebut sama-sama mengaku tidak mengenal komplotan pelaku.

Ilustrasi. Foto-Net

Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Faizal Rahman membeberkan hasil pemeriksaan para saksi. Penyerangan beruntun itu rupanya masih satu rangkaian peristiwa.

“Bukan tanpa motif. Yang di media sosial itu tidak benar,” kata Faizal melalui Kanit Reskrim, Ipda Hendra Agustian Ginting, Rabu (20/4) malam.

Penyerangan di depan Gang Pusara, kata dia, ada pemicunya. “Salah satu teman dari korban AM memang memiliki masalah sebelumnya,”

“Mereka salah sasaran,” tambahnya.

Pihaknya kemudian mencoba memanggil sejumlah saksi. Namun dari 6 orang yang diminta hadir. Hanya 3 yang datang. 3 lainnya malah mengumpulkan orang untuk membalas dendam. “Mereka mencari penyerang teman mereka,” katanya.

Mereka berkeliling mencari di seputaran Pasar Kalindo Banjarmasin. Namun tak juga mendapati orang-orang yang menyerang temannya.

Singkat cerita mereka pulang. Saat itu, mereka lewat Kompleks Antaluddin dan bertemu AR yang dan temannya yang sedang nongkrong.

“Mereka minta minum tapi tidak dikasih, lalu menyerang,” katanya.

Ginting mengatakan jika pihaknya saat ini fokus melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Masih kita kejar. Identitas sudah diketahui,” katanya.

Terlepas itu, Ginting mengimbau kepada para orang tua. Agar mengarahkan para anak remaja untuk lebih banyak melakukan hal positif di bulan suci Ramadan ini.

“Daripada nongkrong, alangkah lebih baik jika memperbanyak ibadah seperti salat dan membaca Al-Qu’ran,” katanya.

Selain itu, kepada warga secara umum, jika mendapati gangguan-gangguan kamtibmas, segera berkoordinasi dengan pihak berwajib.

Ilustrasi penyerangan beberapa orang menggunakan senjata. Foto – jogja.tribunnews.com

Rentetan penyerangan terhadap para pemuda tersebut belakangan mengundang perhatian Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

“Ini bukan begal atau apa. Memang infonya hanya perkelahian remaja yang hendak membangunkan sahur,” katanya.

Sehingga dia mengimbau agar masyarakat bisa menjaga suasana kondusif di bulan suci Ramadan.

“Boleh saja membangunkan sahur asal waktunya disesuaikan. Jangan terlalu pagi,” katanya.

“Jangan sampai bulan suci ini ternodai,” tandasnya.

Sumber: Apahabar.com

Comments

https://beritalink.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!