Mahathir Serukan Malaysia Rebut Kepri-Singapura, Bagaimana Sejarahnya?

Mahathir Serukan Malaysia Rebut Kepri-Singapura, Bagaimana Sejarahnya?

Jakarta, CNN Indonesia

Eks Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan Negeri Jiran seharusnya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau di Indonesia sebagai bagian dari wilayah mereka.

Mahathir mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau merupakan bagian dari tanah Melayu.

“Kita harusnya tak hanya meminta Pedra Branca dikembalikan, atau Pulau Batu Puteh, kita juga harus meminta Sinngapura pun Kepulauan Riau, mengingat mereka adalah bagian dari Tanah Melayu [Malaysia],” kata Mahathir, Minggu (19/6).

Ia menegaskan Singapura sebelumnya merupakan bagian dari Johor, dan seharusnya mereka mengklaim Singapura.

Tak hanya itu, Mahathir juga mengatakan lahan Malaysia dahulu terbentang dari Tanah Genting Kra di Thailand hingga Kepulauan Riau dan Singapura.

Namun, wilayah tersebut sekarang terbatas di Semenanjung Malaysia. Sebetulnya bagaimana sejarah Tanah Melayu?

Jika menilik sejarah, kehadiran Malaysia bermula saat zaman Kesultanan Melayu Malaka sekitar 1400 Masehi. Di era kejayaanya, kesultanan ini meliputi sebagian besar Semenanjung dan Pantai Timur Sumatra, demikian dikutip Malaysia Gov.

Kesultanan ini juga terletak di posisi yang strategis antara Asia Timur dengan Asia Barat. Posisi tersebut dianggap menguntungkan, sebab kesultanan menjadi pusat perdagangan utama khususnya perdagangan rempah di Asia Tenggara.

Pada 1511, Malaka jatuh ke tangan Portugis dan di tahun ini lah catatan kolonialisme di Tanah Melayu dimulai. Setahun setelahnya, Belanda menyusul menjajah mereka.

[Gambas:Video CNN]

Kemudian pada 1786, Inggris mendirikan koloni di Semenanjung Malaya.

Mereka membangun pangkalan militer di Kuching, Penang dan Singapura sehingga mereka bisa menguasai wilayah yang disebut Malaysia.

Selama berabad-abad Inggris menguasai Tanah Melayu, invasi Jepang berhasil menggeser posisi mereka pada 1941.

Jepang menyerah setelah Amerika Serikat membombardir Hiroshima dan Nagasaki.

Kepulangan tentara Jepang memberi ruang Partai Komunis Malaysia (PKM) untuk menguasai Tanah Melayu. Namun, pada 1948, Raja Inggris, Edward Gent, mengisyaratkan darurat di seluruh Tanah Melayu karena perlawanan mereka.

Kerajaan Britania mendeklarasikan pemerintahan darurat selama 12 tahun, mulai dari 1948 hingga 1960.

Tanggapan militer yang serius terhadap pemberontakan komunis mengarah pada rencana kemerdekaan Malaya melalui negosiasi diplomatik.

Pada 1952, Abdul Rahman Putra Al Haj membentuk Partai Perikatan dan mengobarkan semangat penduduk Melayu. Hal ini, membuat Inggris sadar warga Tanah melayu bisa menentukan nasibnya sendiri.

Perpaduan antara tiga kelompok utama di Tanah melayu yakni Melayu, China dan India menghasilkan Perjanjian London pada 8 Februari 1956. Perjanjian ini memberi tanda bahwa Persekutuan Tanah melayu akan merdeka pada 31 Agustus 1957.

Sejarah Kepulauan Riau masuk wilayah Tanah Melayu, baca di halaman berikutnya >>>


Sejarah Kepulauan Riau bagian dari Tanah Melayu

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber resmi.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.