Dunia  

Lagi, Warga AS Tewas dalam Pertempuran di Ukraina

Lagi, Warga AS Tewas dalam Pertempuran di Ukraina
Washington DC

Otoritas Amerika Serikat (AS) melaporkan 1 warganya tewas dalam pertempuran di Ukraina. AS juga memperingatkan warganya terkait risiko melakukan perjalanan ke Ukraina.

Dilansir AFP, Selasa (21/6/2022), Departemen Luar Negeri AS mengatakan Stephen Zabielski (52) meninggal di Ukraina. Dia diketahui memberikan bantuan konsuler kepada keluarganya.

“Kami sekali lagi menegaskan warga AS tidak boleh melakukan perjalanan ke Ukraina karena konflik bersenjata aktif dan warga AS di Ukraina dipisahkan oleh pejabat keamanan pemerintah Rusia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Juru bicara itu meminta warga AS di Ukraina untuk segara meninggalkan Ukraina apabila situasi aman untuk melakukan perjalanan.

“Segera pergi jika situasi aman untuk melakukannya menggunakan opsi transportasi darat komersial atau lainnya yang tersedia secara pribadi,” jelasnya.

Zabielski adalah orang Amerika kedua yang tewas dalam pertempuran untuk Ukraina sejak Rusia menyerang pada Februari lalu. Sebelumnya, seorang mantan Marinir berusia 22 tahun, Willy Joseph Cancel, dipastikan sebagai orang Amerika pertama yang tewas dalam pertempuran untuk Ukraina pada akhir April.

Sementara itu, sebuah surat kabar di New York bagian utara, tempat Zabielski tinggal, memuat berita kematian yang mengatakan bahwa dia meninggal pada 15 Mei saat berperang di Desa Dorozhniank, Ukraina.

Zabielski yang biasa dipanggil Steve, bekerja di bidang konstruksi selama 30 tahun dan meninggalkan seorang istri dan lima anak tiri. Hal itu diungkap dalam kabar kematian atau obituari di The Recorder.

“Steve menikmati hidup sepenuhnya. Dia menikmati berburu, memancing, dan mengendarai Harley-nya,” katanya.

Berita kematian mengatakan bahwa ia lahir di Amsterdam, New York, dekat ibu kota negara bagian Albany, dan tinggal di daerah itu hingga 2018 sebelum pindah ke Florida.

Baca berita lengkapnya pada halaman berikut.

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber news.google.com.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.