Jaksa Putar CCTV Napoleon Tampar M Kace gegara Ngaku Ateis

Jaksa Putar CCTV Napoleon Tampar M Kace gegara Ngaku Ateis

Jakarta

Jaksa penuntut umum (JPU) memutar CCTV yang merekam detik-detik mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte menampar M Kace di sel tahanan. Apa yang menjadi penyebab Napoleon menampar Kace?

Video itu diputar dalam sidang kasus penganiayaan dengan terdakwa Irjen Napoleon di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022). Jaksa mulanya bertanya kepada Kace tentang apa yang dibicarakan hingga Napoleon akhirnya menamparnya.

“Pembicaraan, kamu jangan macam-macam ya… ateis,” jawab Kace.

Jaksa lalu bertanya apakah ada pembicaraan lain yang diungkapkan Napoleon. Kace menjawab saat itu dia diperingatkan Napoleon untuk tidak macam-macam.

“Hanya itu? Pertanyaan saya, dari jangka waktu 15.05 -15.44 selain ada penamparan ada pembicaraan apa aja?” tanya jaksa.

“Jangan macam-macam kamu, saya polisi aktif, anak buah saya banyak,” jawab Kace, menirukan ucapan Napoleon.

Ditemui seusai sidang, Napoleon menyebut penamparan itu terjadi ketika dia menyinggung soal agama ke Kace, yang bisa menyudutkannya saat nanti diperiksa penyidik kepolisian. Kace, disebut Napoleon, dengan lantang menyebut dirinya ateis.

“Saya tanya mau ke mana, Ce?, ‘Mau diperiksa penyidik’ (jawab Kace versi Irjen Napoleon). ‘Hati-hati lo kamu itu kan agamanya di KTP Islam, tapi aslinya sudah Nasrani, nanti itu akan menyudutkan kamu dalam identitas.. ‘Ya sudah saya ateis’ dengan lantang,” kata Napoleon.

“Itu karena kembali sore itu dia melakukan satu hal yang tidak kami duga, yaitu menyatakan dirinya seorang ateis,” imbuhnya.

Diketahui, dalam kasus ini, Irjen Napoleon Bonaparte didakwa menganiaya M Kace di Rutan Bareskrim. Napoleon juga melumuri M Kace dengan kotoran manusia.

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Napoleon melakukan perbuatan itu bersama-sama dengan Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT. Tuntutan untuk tiap terdakwa itu dilakukan terpisah. Napoleon didakwa dengan Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP atau Pasal 170 ayat 1 atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan Pasal 351 ayat 1 KUHP.

(whn/aud)

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber resmi.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.