Bisnis  

Inflasi Menggila, Warga AS Mulai Kepusingan Cari Utang

Inflasi Menggila, Warga AS Mulai Kepusingan Cari Utang

Jakarta

Inflasi tinggi tengah mengancam banyak negara. Kondisi ini memicu orang-orang untuk mencari pinjaman.

Seperti dikutip dari CNN, Jumat (24/6/2022), dalam beberapa minggu terakhir, asisten hukum di Mississipi Center for Justice Indianola, Yumekia Jones menerima lonjakan panggilan yang luar biasa, kenaikannya hingga mencapai 400%.

Tingginya panggilan tersebut dari orang-orang yang membutuhkan bantuan keuangan secara cepat.

Kebanyakan dari mereka ingin menghindari pinjaman dari bayaran mereka, yang menawarkan uang tunai tanpa pemeriksaan kredit dengan bunga di atas 500%.

Tingkat inflasi telah berada di level tertinggi dalam 40 tahun terakhir dan pengangguran mendekati level terendah dalam setengah abad. Bagi sebagian ekonom, kedua hal tersebut menunjukkan masalah ekonomi yang signifikan.

Namun, bagi pemburu pinjaman hal itu menandakan hari-hari yang bahagia dan masa indah di masa depan.

“Pengangguran rendah ditambah inflasi umumnya berarti konsumen mungkin memerlukan pinjaman untuk modal tambahan untuk mengelola lonjakan dan pengeluaran tak terduga sambil mendapatkan uang untuk membayar kembali pinjaman ini,” kata David Fisher, CEO pemberi pinjaman Enova.

Pendapatan kuartalan telah melebihi perkirakan sebesar 7,7%. Sekitar 44% dari semua pinjaman diberikan kepada pelanggan baru pada kuartal terakhir.

Peningkatan peminjam terjadi di Amerika Serikat (AS) ketika inflasi mencapai level tertinggi lebih dari empat dekade. Saat ini, orang AS tengah berjuang untuk mendapatkan makanan dan bensin.

Simak VideoJokowi: Diperkirakan Ada 60 Negara Mengalami Kesulitan Ekonomi
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber news.google.com.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.