Imunoterapi pada Penderita Kanker, Tingkatkan Peluang Sembuh

Imunoterapi pada Penderita Kanker, Tingkatkan Peluang Sembuh
Jakarta, CNN Indonesia

Dunia medis mengenal berbagai macam terapi untuk menangani kanker. Salah satunya adalah terapi imun atau imunoterapi penderita kanker.

Inovasi terapi imun memberikan harapan baru bagi kesembuhan pasien kanker.

Seperti dilansir dari laman American Cancer Society, imunoterapi merupakan pengobatan yang menggunakan sistem kekebalan tubuh seseorang untuk melawan sel-sel kanker. Dengan imunoterapi, sistem kerja kekebalan tubuh akan mampu menemukan dan menyerang sel kanker.

Jika tubuh punya sistem kekebalan, kenapa sel-sel kanker tidak mereka serang dan hancurkan sendiri?

Menurut ahli paru Sita Andarini, sel-sel kanker begitu pintar sehingga mampu menghindari radar sistem imun tubuh. Hal itu membuat sel kanker tak terdeteksi oleh imun.

“Konsep imunoterapi adalah membuat sel-sel imun tubuh kembali mampu mengenal sel kanker dan menjadi aktif menyerangnya,” kata Sita, dalam Forum Ngobras beberapa waktu lalu.

Ada dua cara kerja yang dilakukan terapi imunoterapi penderita kanker. Berikut diantaranya.

1. Stimulasi atau memberikan dorongan, memanfaatkan pertahanan alami sistem imun sehingga sistem imun bekerja lebih keras atau lebih cerdas untuk menemukan dan menyerang sel kanker.

2. Substansi tertentu, ada racikan substansi tertentu mirip komponen sistem imun dan digunakan untuk membantu mengembalikan atau mengembangkan bagaimana kerja sistem imun pasien untuk menemukan dan menyerang sel kanker.

Imunoterapi cukup menjanjikan untuk menangani sejumlah kanker. Tak hanya menangani, bahkan dikutip dari laman Cancer Research, imunoterapi juga mampu mencegah kanker seperti pada kasus kanker serviks yang bisa dicegah dengan vaksin HPV.

Ilustrasi. Terapi imun atau imunoterapi penderita kanker menambah peluang kesembuhan pasien. (Istockphoto/sudok1)

Terapi imun ini bisa diaplikasikan untuk sejumlah jenis kanker, diantaranya:

1. Kanker kemih
2. Kanker otak
3. Kanker payudara
4. Kanker serviks
5. Kanker pada anak
6. Kanker kolon (usus besar)
7. Kanker esofagus
8. Kanker kepala dan leher
9. Kanker ginjal
10. Leukimia
11. Kanker hati
12. Kanker paru
13. Kanker limfoma
14. Melanoma
15. Kanker ovarium

Semakin Berkembang

Terapi imun penderita kanker makin berkembang. Riset-riset untuk menyempurnakan imunoterapi terus dilakukan. Salah satunya yang terbaru adalah riset dari peneliti di Washington University.

Seperti dilansir dari New Atlas, riset menemukan, penambahan booster protein mampu meningkatkan hasil terapi imunoterapi penderita kanker. Uji coba pada tikus menunjukkan protein memproduksi 10 ribu kali lebih banyak sel imun.

Meski baru uji coba pada hewan, studi yang diterbitkan di Nature Communications ini jadi babak baru kemajuan terapi imun atau imunoterapi penderita kanker.

Uji klinis pada manusia akan dimulai segera pada pasien dengan kanker limfoma atau kanker kelenjar getah bening.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]


Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber resmi.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.