Hadirkan Wali Kota Sukabumi, Semdik Nasional Ajak Peserta Beradaptasi dengan Teknologi 5.0

Hadirkan Wali Kota Sukabumi, Semdik Nasional Ajak Peserta Beradaptasi dengan Teknologi 5.0

Pendidikan saat ini berbasiskan teknologi dan menjadi tantangan bagi semua pihak

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Sukabumi bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan (CADISDIK) wilayah V, Jawa Barat, melaksanakan seminar pendidikan (semdik) nasional dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kampus Universitas BSI kampus Sukabumi, pada Rabu (22/6/2022), juga disiarkan langsung pada kanal Youtube Kuliah BSI Aja.

Gelaran ini berjalan dengan hangat dan mendapat sambutan yang baik dari wali kota Sukabumi, H Ahmad Fahmi, yang juga hadir di acara serta sebagai keynote speaker. Kang Fahmi, sapaan akrab Wali Kota Sukabumi menyebutkan bahwa, pendidikan saat ini berbasiskan teknologi dan menjadi tantangan bagi semua pihak.

“Sebagai salah satu tujuan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, maka pola pendidikan sekarang, melaksanakan transformasi berbasis teknologi, dengan cara membuka mindset mengenai pendidikan saat ini,” terangnya saat memberi sambutan pada kegiatan tersebut.

Sementara itu, Jamal Maulana sebagai Kepala Kampus Universitas BSI kampus Sukabumi mengatakan bahwa, era society 5.0 merupakan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan teknologi yang tidak lepas dari kehidupan manusia sehari-hari.

“Adanya seminar ini bisa menjadi kajian agar mendapatkan pengetahuan dalam menghadapi era digitalisasi dan society 5.0 tersebut,” ungkapnya, seperti dalam siaran pers, Jumat (24/6/2022).

Pada kesempatan ini, Ceng Mamad ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Sukabumi dan praktisi pendidikan hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa, ada beberapa profesi yang tidak akan tergantikan oleh teknologi, satu diantaranya adalah guru dan dosen.

“Walaupun teknologi tetap berkembang, ada hal-hal yang membuat guru/dosen tidak bisa digantikan oleh teknologi yaitu sesuatu yang berhubungan dengan karakter dan rasa, karena guru itu teaching mind dan touching heart,” ujarnya.

Sedangkan, Dudung, anggota Dewan Pembina PGRI sebagai narasumber juga, menuturkan bahwa, guru dan sekolah harus bisa membuat sekolah menjadi hal yang dirindukan oleh para siswanya agar tidak tergantikan oleh teknologi.

“Maka perlu cara yang kreatif, kritis, komunikatif, kolaboratif, pandai menggunakan aplikasi dan harus memiliki kasih sayang,” ucap Dudung.

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber ihram.republika.co.id.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.