Gejala Cacar Monyet, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada

Gejala Cacar Monyet, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada

PIKIRAN RAKYAT – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewaspadai cacar monyet alias monkeypox yang penyebarannya kian luas di dunia.

Meskipun di Indonesia belum ditemukan kasusnya, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu meminta masyarakat tetap mewaspadai penyakit cacar monyet.

Menurutnya, berdasarkan laporan WHO per 21 Mei 2022, laporan kasus cacar monyet muncul di beberapa negara non-endemis.

“Berdasarkan laporan WHO per tanggal 21 Mei 2022, laporan adanya kasus monkeypox baru muncul di beberapa negara non-endemis antara lain Australia, Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, dan Amerika,” ucapnya.

Baca Juga: Dugaan Cacar Monyet di Afrika Tembus 1.597 Kasus, WHO Adakan Pertemuan Darurat

Dilansir dari Instagram @indonesiabaik.id, cacar monyet menular melalui binatang (zoonosis), dan dapat ditularkan ke manusia ketika ada kontak langsung dengan hewan terinfeksi.


Cacar monyet bisa menyebar antarmanusia melalui kontak dengan sekresi pernapasan dan lesi kulit orang yang terinfefksi, atau benda yang sudah terkontaminasi.

Gejala awal cacar monyet adalah demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.

Baca Juga: Wabah PMK Mengintai Jelang Idul Adha 2022, Kabupaten Ciamis Terancam Kekurangan Stok Sapi Kurban

Kemudian, setelah 1-3 hari, tubuh akan memasuki fase erupsi yang ditandai dengan munculnya ruam atau lesi pada kulit.

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber resmi.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.