Ditahan Polda Sumsel, Ini Kronologi Kasus Mularis Djahri, Mantan Cawako Dilaporkan Rekan Bisnis

Ditahan Polda Sumsel, Ini Kronologi Kasus Mularis Djahri, Mantan Cawako Dilaporkan Rekan Bisnis

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kronologi kasus Mularis Djahri, mantan Cawako Palembang ditahan di Polda Sumsel sejak Selasa (20/6/2022) malam.

Informasi awal kronologi kasus Mularis Djahri pemilik bisnis perkebunan PT Campang Tiga ini terjerat kasus penguasaan lahan tebu di wilayah OKU Timur.

Rilis lengkap kronologi kasus Mularis Djahri hingga ditahan akan disampaikan secara resmi oleh Polda Sumsel, Selasa (21/6/2022) siang ini.

Sebelum ditahan dengan dugaan kasus penguasaan lahan tebu di OKU Timur, Mularis Djahri juga pernah dilaporkan atas kasus penipuan ke Polda Sumsel di tahun 2013 lalu.

Kasusnya berawal dari kerjasama bisnis di tahun 2011. Saat itu Mularis selaku komisaris dari PT Campang Tiga menjalin kerjasama dengan rekan bisnis berinisial BAW bersama MA (Ketua DPR RI masa itu) dibawah bendera PT Global Perkasa Investindo (PT GPI).

Rekanan bisnis ini sepakat untuk lahan di kawasan Mukut, Kabupaten Banyuasin sekitar 12 ribu hektar untuk dijadikan kebun sawit dengan cara “spin off” dari PT Campang Tiga Mukut Estate menjadi PT Sawit Mukut Lestari (PT SML). Komposisi saham PT Campang Tiga grup sebsar 49 persen dan PT GPI sebesar 51 persen.

Belakangan Mularis Jahri dilaporkan rekan bisnisnya. Laporan tersebut dimuat dalam LP No.238/III/2013 Bareskrim tertanggal 25 Maret 2013.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

“Saya sekarang dihadapkan dengan kasus penipuan karena adanya laporan salah seorang dari dua rekan bisnis saya yakni BAW dengan LP No.238/III/2013 Bareskrim tertanggal 25 Maret 2013, padahal justru merekalah yang menipu saya,” kata Mularis Djahri di Palembang kala itu ketika diminta penjelasannya adanya tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) memeriksa lahan perkebunannya terkait pengaduan dugaan penipuan dari rekan bisnisnya itu di Palembang dikutip dari Antara Sumsel.

Menurut Mularis, laporan BAW ke Bareskrim Polri kemungkinan merespon sikapnya yang mulai mengetahui indikasi penyimpangan kesepakatan bersama yang diputuskan dalam rapat antara PT Global Perkasa Investindo (PT GPI) yang diwakili oleh MA dan BAWdengan dirinya mewakili PT Campang Tiga pada 22 Januari 2011.

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber resmi.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.