Deretan Kekejaman Brigpol Andriansyah pada Pacarnya: Diborgol, Diancam, dan Bakar hingga Tewas Halaman all

Deretan Kekejaman Brigpol Andriansyah pada Pacarnya: Diborgol, Diancam, dan Bakar hingga Tewas Halaman all

MUARA ENIM, KOMPAS.com – Oknum polisi Brigpol Andriansyah pernah melakukan sederet perbuatan kejam kepada kekasihnya, Nengsih. Puncaknya, ia membakar kekasihnya hingga tewas.

Nengsih mengembuskan napas terakhir Jumat (25/3/2022), setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Fakta demi fakta baru terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Muara Enim, Sumatera Selatan. Salah satunya diungkapkan kakak korban, Trisnawati saat menjadi saksi.

Baca juga:

Di antaranya pernah memborgol korban di pohon sawit. Berikut deretan kekejaman Brigpol Andriansyah pada Pacarnya.

Korban Diborgol di Sawit

Trisnawati mengaku, adiknya pernah diborgol di pohon sawit oleh Brigpol Andriansyah.

“Terdakwa juga pernah memborgol adik saya ke pohon sawit, karena tidak menurut, saya tahu ketika adik saya bercerita kepada saya,” kata Trisnawati di Pengadilan Negeri Muara Enim, Rabu (22/6/2022).

Dikatakan Trisnawati, sebelum pembakaran terjadi, adiknya kerap mendapat perlakuan kasar dari pelaku.

Pengancaman

Selain itu, pelaku melakukan pengancaman kepada korban maupun kepada keluarga korban.

Menurutnya, sang adik sempat mencoba melapor ke polisi. Namun, niatnya terus dihalang-halangi pelaku.

“Saya sebagai kakaknya pernah juga diteror oleh terdakwa ini, salon saya dan rumah orangtua kami mau dibakar,” ungkapnya.

Baca juga:

Bahkan, pelaku juga melempari atap rumah orangtua korban menggunakan batu kerikil. Pelaku juga pernah membawa pisau dan mengancam akan membunuh korban.

Tak Terima Hubungan Diputuskan

Peristiwa pembakaran itu bermula saat korban dan pelaku menjalin hubungan asmara selama beberapa tahun.

Namun, korban baru mengetahui, ternyata pelaku telah beristri dan tengah hamil tua serta memiliki dua anak.

Atas saran dari keluarga, korban akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan asmaranya dengan pelaku. Akan tetapi, pelaku tidak terima diputus secara sepihak.

Pelaku kemudian berusaha menghubungi dan mencari korban, namun korban selalu menghindar.

Pembakaran

Untuk menghindari pelaku, korban menginap di kontrakan temannya W yang berada di kawasan Jalan Ad Irma Suryani, Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (10/3/2022) malam.

Sekitar pukul 22.00 WIB, listrik di kontrakan W mendadak mati. W awalnya menduga bahwa token listriknya habis.

“Saya panggil DN (Nengsih), (saya tanya) sudah tidur belum, karena (saya mau) minta ditemani untuk mengisi token.”

Baca juga:

“Karena saya kira (listrik mati karena) token habis, DN pun menjawab belum tidur, jadi kami keluar,” ujar W kepada Kompas.com, Sabtu (12/3/2022).

Saat keduanya keluar, Brigpol Andriansyah langsung mendatangi korban. Dia mencaci maki korban dan menyiramkan bensin ke tubuh korban.

Ternyata listrik rumah kontrakan W mati karena ulah Brigpol Andriansyah. Dia sengaja mematikan arus listrik, agar korban keluar dari kontrakan W.

“Pelaku masuk langsung menyiram DN pakai bensin yang dibawa pakai botol, dia berteriak-teriak mau membakar DN,” beber W.

Baca juga:

W sempat mencegah aksi Brigpol Andriansyah, namun pelaku tak mengindahkan ucapan W.

Pelaku kemudian membakar korban menggunakan korek api yang dipegangnya.

“Melihat korban terbakar, pelaku langsung menarik DN dan dipeluknya. Polisi itu juga sempat ikut terbakar di bagian tangan dan wajah,” bebernya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Brigpol Andriansyah Tak Hanya Bakar Pacar hingga Tewas, Pernah Borgol Korban karena Tak Menurut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber resmi.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.