Bukan di Kantor Bupati, Ternyata Abdul Gafur Masud Ditangkap Saat Berada Disini

  • Whatsapp
Abdul Gafur Masud - Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Tangkapan layar Instagram abdulgafurmasud)

Beritalink.com –  Pada Rabu (12/2/2022) sore, Komisi Pemberantasan Korupsi diberitakan melakukan OTT kepada salah satu pejabat negara, yaitu Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Tim Satgas KPK langsung bergerak menuju antor Bupati Penajam Paser Utara sejak Rabu sore 12 Januari 2022 hingga Kamis dinihari penyegelan dilakukan pada pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi penangkapan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud tersebut tidak dikantornya melainkan di sebuah mal yang berada Jakarta.

Selain Gafur, ada 10 orang lain yang juga terjaring OTT KPK. Total, ada 11 orang yang terkena OTT KPK di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan 7 orang di antaranya kini tengah diperiksa intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. 7 orang tersebut antara lain terdiri dari Gafur, para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan para pihak swasta.

Dalam OTT di mal Plaza Senayan tersebut KPK berhasil mengamankan sebuah koper berisi uang sebesar Rp 1 miliar.

Saat ini Abdul Gafur sudah ditetapkan sebagai tersangka suap proyek infrastruktur dan perizinan. Abdul Gafur ditetapkan tersangka bersama 5 orang lainnya, diantaranya AZ (Achmad Zuhdi alias Yudi) Swasta yang disinyalir sebagai pemberi suap.

Selajnutnya Sebagai penerima AGM (Abdul Gafur Mas’ud) Bupati Penajam Paser Utara 2018-2023, MI (Mulyadi) Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara, EH (Edi Hasmoro) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara.

Juga ikut dimankan Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, JM (Jusman) serta NAB (Nur Afifah Balqis) Swasta / Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan.

Selain koper berisi uang Rp. 1 Miliar, KPK juga mengamankan sejumlah barang belanjaan dan Uang Rp 447 juta yang di dalam rekening itu ada di rekening Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis (NAB).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *