10 Update Perang Rusia-Ukraina, Jerman Mulai Turun Tangan?

10 Update Perang Rusia-Ukraina, Jerman Mulai Turun Tangan?

Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan terbaru terus meliputi serangan Rusia ke Ukraina. Meski begitu, perkembangan ini belum mengarah pada perdamaian konkret antara kedua negara.

Berikut beberapa perkembangan terbaru terkait perang Rusia-Ukraina dikutip The Guardian pada Rabu (22/6/2022):

1. Pertempuran sengit.

Rusia masih mengintensifkan serangannya ke wilayah Timur Ukraina. Otoritas Kyiv pun menyebut bahwa situasinya sangat sulit di wilayah itu.

Salah satu lokasi peperangan yang sedang sengit terjadi adalah di Severodonetsk. Rusia dikabarkan mulai menguasai kota itu dan tetangganya Lysychansk.

Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai, menyebut bahwa saat ini ada 568 warga sipil yang diperkirakan bersembunyi di pabrik kimia Azot Severodonetsk. Di Lysychansk , ia menyebut Rusia sudah ‘mengupas’ wilayah itu secara besar-besaran.

Tak hanya Serhiy, Kepala administrasi militer distrik Severodonetsk, Roman Vlasenko, mengatakan bahwa Rusia sudah mulai menguasai beberapa pemukiman di sekitar dua kota itu seperti di distrik Toshkivka, Pidlisne, Mala Dolyna, dan Hirske.

Sementara itu, di wilayah perairan, Militer Ukraina menyebut pihaknya melancarkan serangan udara di Pulau Zmiinyi, juga dikenal sebagai Pulau Ular. Pulau itu sendiri merupakan pulau yang telah dikuasai Moskow sejak awal serangan.

“Kami telah melakukan serangan terarah dengan menggunakan berbagai kekuatan dan operasi militer terus berlanjut,” ujar Komando Operasional Militer bagian Selatan Ukraina dalam sebuah keterangan.

2. Rusia rekrut tentara tambahan.

Pemerintah Rusia dilaporkan merekrut lebih banyak warga untuk berperang di Ukraina. Hal ini disampaikan oleh beberapa pejabat negara Barat. Perekrutan ini difokuskan kepada masyarakat miskin yang berada di negara itu.

3. Ukraina hancurkan kilang gas di Laut Hitam.

Militer Ukraina dilaporkan telah menyerang sebuah anjungan minyak di Laut Hitam, tepatnya lepas pantai Krimea. Serangan itu disebut telah menyebabkan kebakaran besar.

Tiga orang terluka dan tujuh orang dilaporkan masih hilang. Pemimpin Krimea yang didukung Rusia, Sergei Aksyonov, menyalahkan Kyiv atas serangan itu.

4. Rusia beri ancaman serius ke Lithuania.

Rusia telah menuntut agar Lithuania segera mencabut larangan transit barang dalam daftar sanksi Uni Eropa. Pasalnya, Moskow juga memiliki sebuah enklave di Barat negara itu yang bernama Kaliningrad.

Sekretaris dewan keamanan Federasi Rusia, Nikolai Patrushev, mengatakan konsekuensi dari larangan tersebut “akan memiliki dampak negatif yang serius pada penduduk Lithuania”.

5. Jaksa Agung AS kunjungi Ukraina.

Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Merrick Garland, mengunjungi Ukraina pada Selasa untuk membahas kejahatan perang Rusia. Di negara itu, Garland bertemu dengan Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova, dan mengumumkan tim yang bertanggung jawab menyelidiki kejahatan perang dan untuk mengidentifikasi para pelaku.

“Tidak ada tempat persembunyian bagi penjahat perang,” kata Garland.

6. Rusia sebut tawanan perang asal AS tak dilindungi Konvensi Jenewa.

Kremlin mengatakan bahwa dua pejuang AS yang berperang di Ukraina dan tertangkap oleh pemberontak pro-Moskow tidak dicakup oleh Konvensi Jenewa. Maka itu, keduanya dapat menghadapi hukuman mati.

Media Rusia mengklaim bahwa dua dari tiga pejuang AS yang hilang di Ukraina telah ditangkap dan ditahan oleh pasukan separatis pro-Rusia. Kremlin membantah telah mengetahui lokasi mereka.

7. Jerman kirim senjata berat ke Ukraina.

Senjata Howitzer self-propelled Jerman telah tiba di Ukraina dalam pengiriman pertama senjata berat yang dijanjikan oleh Berlin. Ketibaan senjata itu disambut baik oleh Kyiv.

“Kami punya penambahan!” Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, mengumumkan. “Panzerhaubitze 2000 Jerman dengan kru terlatih Ukraina bergabung dengan keluarga artileri Ukraina.”

8. Turki waspada kirim senjata ke Ukraina.

Kepala badan produksi senjata Turki, Ismail Demir, mengatakan bahwa Turki harus berhati-hati dalam mengirimkan lebih banyak senjata ke Ukraina. Ini untuk memuluskan peran Ankara untuk perdamaian kedua negara.

Pandangan ini disampaikan Demir saat drone buatan Turki, Bayraktar TB2, memainkan peranan yang baik dalam melindungi Ukraina.

Sementara itu, Delegasi militer Turki dilaporkan juga akan melakukan perjalanan ke Rusia minggu ini untuk membahas kemungkinan penentuan koridor laut yang aman di Laut Hitam untuk mengekspor gandum Ukraina. Diketahui, gandum Ukraina sangatlah dibutuhkan banyak negara, khususnya Timur Tengah seperti Mesir dan Lebanon.

9. Inggris bakal jatuhkan sanksi lagi untuk Rusia.

Pemerintah Inggris “bertekad” untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia dan akan terus melakukannya sampai Moskow sepenuhnya menarik diri dari Ukraina, kata Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss. Hal ini disampaikannya di depan parlemen Negeri Ratu Elizabeth.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson sendiri juga memperingatkan perlunya melawan “kelelahan yang semakin meningkat” di sekitar perang dan mengatakan bahwa konsesi apapun kepada Vladimir Putin akan menjadi “bencana”.

10. Estonia panggil Dubes Rusia.

Estonia memanggil duta besar Rusia pada hari Selasa untuk memprotes tentang pelanggaran “sangat serius” terhadap wilayah udaranya oleh sebuah helikopter Rusia. Kementerian luar negeri Estonia mengatakan helikopter itu terbang di atas satu titik di tenggara tanpa izin pada 18 Juni lalu.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Presiden Ukraina Kritik Jerman, Sebut Lambat dan “Egois”

(luc/luc)


Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari sumber resmi.
Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email Tim Berita Link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.