Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Internasional » Musim hujan itu biasa bagaimana kalau tidak pernah hujan?

Musim hujan itu biasa bagaimana kalau tidak pernah hujan?

(702 Views) November 10, 2015 11:08 am | Published by | No comment

musim hujan di Peru

Musim hujan mafhum terjadi di negara negara yang terletak didaerah tropis. Da rotasi iklim dan musim yang teratur dimana ada masa kekeringan yang disebut dengan kemarau dan ada juga masa lembab basah yang disebut dengan musim hujan. Musim kemarau adalah saat dimana semua tumbuhan mengering karena ketiadaan air, mata airpun surut karena tidak mendapat tambahan dari musim hujan. Sedangkan musim hujan adalah saat dimana tumbuhan berkembang subur karena mendapat curahan air yang dibutuhkannya. Tetapi pemirsa, kalau anda pernah berkunjung kenegara Peru maka penduduk disana mungkin akan mengatakan kepada anda bahwa hujan tidak pernah turun di Lima, ibukota Peru. KAlimat ini mungkin agak terlalu berlebihan. Faktanya adalah Peru memang jadi negeri dengan iklim unik di dunia ini.  harus menunggu 20 tahun untuk merasakan air hujan turun dari langit. 20 tahun? Wahh….oleh karena itu bersyukurlah kita yang tinggal dinegara dengan keseimbangan musim ini.

Musim hujan lama baru terjadi di Peru, ini berhubungan dengan wilayah geografis. Wilayah Peru terletak di gurun yang sangat luas di sepanjang Pesisir Pasifik Amerika Selatan. Tanah yang gersang ini membentang dari Gurun Sechura yang terletak jauh di sebelah utara Peru hingga Gurun Atacama di sebelah utara Cile. Tapi walaupun demikian, meskipun negara ini bertanah gersang, nyatanya pohon-pohon hijau tetap tumbuh subur di atasnya. Suhunya pun saat musim dingin bisa mencapai 14 atau 15 derajat Celcius. Gurun pesisir ini terletak di antara Pegunungan Andes yang bergerigi dan Samudra Pasifik yang biru. Dari kejauhan, tampaknya tidak ada sesuatu pun di sepanjang pesisir kecuali bukit-bukit batu dan pasir yang tandus serta tidak rata dalam berbagai gradasi warna cokelat tua dan muda. Akibat erosi, banyak lereng bukit telah tertutupi batu-batu cokelat yang berjatuhan. Lambat laun, batu-batu ini menuruni lereng menuju laut, kadang-kadang didorong dengan lembut oleh gempa bumi yang sering terjadi di sini.

Ada sebuah pertanyaan mendasar mengapa musim hujan di Peru tidak seperti di negara lain pada umumnya? Jawabannya berhubungan dengan angin pasat, yang berembus dari timur ke barat. Seraya angin tersebut bertemu dengan lereng Pegunungan Andes yang menjulang dan bergerigi bagaikan gergaji, ia dipaksa naik ke atas. Seraya bergerak naik melewati Andes, anginnya mendingin, sehingga menyebabkan kelembapan yang dibawanya berkondensasi dan turun sebagai hujan serta salju, sebagian besar di lereng pegunungan bagian timur. Jadi, pegunungan itu menciptakan daerah bayangan tak berhujan di atas lereng bagian barat. Hal lain yang perlu anda ketahui adalah bahwa meskipun wilayah tersebut terletak di daerah Tropis, suhu rata-rata musim dingin di Lima berkisar antara 16 dan 18 derajat Celsius. Pada musim dingin, kelembapan relatif dapat mencapai 95 persen tanpa hujan, dan penduduk Lima, disebut Limeños, yang beradaptasi dengan baik terhadap kondisi tersebut, membungkus tubuh mereka guna melawan hawa dingin yang lembap dan menusuk.


This post was written by adminberita
About

Berbagi Informasi untuk edukasi dan kebaikan bersama

Categorised in: ,

No comment for Musim hujan itu biasa bagaimana kalau tidak pernah hujan?

Leave a Reply