Menu Click to open Menus
Home » Kuliner » Mabuk Kepayang? Ini Dia Asal Usulnya!

Mabuk Kepayang? Ini Dia Asal Usulnya!

(191 Views) June 12, 2017 2:39 pm | Published by | No comment

mabuk kepayang ternyata berasal dari buah kepayangSobat beritalink.com, kita sering mendengar kata mabuk kepayang dalam kehidupan sehari hari. Bicara mabuk kepayang tentunya persepsi kita langsung mengarah kepada mereka yang sedang jatuh cinta. Konon sih katanya rasanya melayang layang sampai teasa gak menginjak bumi alias terbang keangkasa saking nikmatnya. Tapi gak taulah kenyataannya..( kwkwkw). IStilah ini sering digunakan, tapi pernahkah terpikirkan darimana asal mula istilah mabuk kepayang ini? Tentunya kita perlu tau dong supaya lebih mantap jiwa..betul? Nah Ayo kita mulai.

Yang sama sekali tidak disangka ternyata istilah mabuk kepayang ini berasal dari sebuah tanaman yang bernama buah kepayang. Hlo kok bisa? eits sabar…sabar. ya memang demikian. Buah yang satu ini bernama buah kepayang, atau nama latinnya adalah Pangium edule. Diindonesia selain dikenal dengan nama buah kepayang, dikenal juga dengan nama keluwak, keluwek,kapiyang,pucung,picung,pangi dan pamarasan. Kalau di eropa sono sama orang bule disebut dengan Footbal Fruit, karena bentuknya seperti bola Rugby. Bagi yang tidak mengamatinya dengan teliti maka pasti akan mengira buah ini adalah buah durian karena baunya yang menyengat. Daging buah ini rasanya sepat sehingga jarang orang yang mau memakannya. Walaupun demikian didaerah Toraja Indonesia daging buah keluwak ini bisa diolah menjadi olahan yang lezat.

mabuk kepayang berasal dari buah kepayang

Buah kepayang ini bagian yang paling sering digunakan adalah bagian bijinya. Tetapi perlu di waspadai dan diketahui, bagian biji ini harus diolah dulu sebelum dapat digunakan sebagai makanan. Caranya dengan direndam didalam air dalam jangka waktu tertentu, untuk kemudian dijemur di terik amtahari sampai berubah warna menjadi coklat kehitaman. KEluwak yang sudah diolah biasanya digunakan pada makanan untuk memberi warna hitam. Misalnya pada makanan Brongkos, rawon, gabus pucung, dan sup konro. Bagian luar dari biji ini kerasnya seperti batok kelapa, dan tentunya harus dipecahkan dulu untuk dapat mengambil isinya. Apabila tidak melalui proses pengolahan seperti yang telah disebutkan diatas, maka sobat beritalink.com perlu tau bahwa buah ini bisa menjadi sangat beracun, karena mengandung senyawa sianida. Bagi orang yang memakan buah ini tanpa melalui proses pengolahan maka seketika akan terkena efek beracun yang dikandungnya. Efeknya berupa kepala berat seperti sedang mabuk, dan dunia terasa berputar putar. Kejadian keracunan buah ini disebut dengan Mabuk kepayang. Nah sampai disini sudah jelas yaa darimana sebenarnya istilah mabuk kepayang itu. semoga bermanfaat

This post was written by adminberita
About

Berbagi Informasi untuk edukasi dan kebaikan bersama

No comment for Mabuk Kepayang? Ini Dia Asal Usulnya!

Leave a Reply