Menu Click to open Menus
Home » Fenomenal » Letusan Gunung Krakatau Kedahsyatan Fenomena Alam

Letusan Gunung Krakatau Kedahsyatan Fenomena Alam

(2872 Views) December 27, 2014 5:26 pm | Published by | No comment

letusan gunung krakatauSiapa Tidak KEnal Gunung Krakatau? ya terkenal karena letusan Gunung Krakatau ini pada masa lalu sungguh dahsyat dan memakan korban hingga Ribuan jiwa. Gunung Krakatau terletak di selat sunda, dengan ketinggian 813 m atau 2667 kaki, terlihat sebagai sebuah gundukan yang nampaknya biasa saja saat tenang. Gunung yang termasuk jenis kaldera vulkanik ini konon pada saat meletus tepatnya tahun 26-27 agustus 1883, melontarkan awan panas dan gelombang pasang tsunami setinggi puluhan meter, alhasil korban berjatuhan sejumlah 36.000 jiwa melayang akibat bencana ini. Tsunami nya merupakan yang terdahsyat sebelum kemudian terkalahkan dengan adanya tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II. Satu catatan tersendiri adalah Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Sungguh sebuah bencana yang maha dahsyat. Dapatkah kita bayangkan kepanikan orang-orang pada masa itu?

Letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883 ternyata adalah merupakan lanjutan dari letusan yang pernah terjadi ratusan tahun sebelumnya. HAl ini bisa kita saksikan dari penggalan naskah jawa kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 MAsehi.

Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula…. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera

Sungguh sekali lagi dapat kita bayangkan betapa mengerikannya kekuatan alam ini. Dari naskah purba ini bisa diperkirakan bahwa tinggi gunung krakatu purba mencapai 2000 m dengan lingkar pantainya mencapai 11 kilometer begitu menurut Pakar geologi Berend George Escher. Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi. Dan teryata lagi bahwa Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun. Berbeda dengan sekarang, gunung krakatu menjadi tujuan wisata bagi mereka para pelancong yang ingin mengingat kembali kehebatan gunung ini dalam menunjukkan eksistensinya kepada umat manusia, karena akibat dar beberapa letusannya, kini krakatau memiliki kembaran gunung yang biasa disebut anak krakatau.

This post was written by adminberita
About

Berbagi Informasi untuk edukasi dan kebaikan bersama

Categorised in:

No comment for Letusan Gunung Krakatau Kedahsyatan Fenomena Alam

Leave a Reply