Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Tradisional » Keris Pusaka Nusantara yang Adiluhung

Keris Pusaka Nusantara yang Adiluhung

(1360 Views) December 27, 2014 5:51 pm | Published by | No comment
keris pusaka nusantara

Keris (wikimedia.org)

Keris adalah sebuah senjata. Biasa digunakan untuk PErtarungan jarak dekat. Asalnya adalah merupakan sebuah senjata tikam, dengan ornamen lekuk serta pamor yang menghiasi bilah keris tersebut. Dinegara kita keris umum dan sangat berkaitan erat dengan hal yang bersifat magis, walaupun sekarang keris pusaka yang biasanya menyandang anggapan itu sudah jarang sekali ditemukan. Biasanya keberadaannya hanya berdasar keturunan alias diturunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Logam dasar yang digunakan dalam pembuatan keris ada dua macam logam adalah logam besi dan logam pamor, sedangkan pesi keris terbuat dari baja. Pembuatnya disebut dengan istilah Empu. Empu biasanya dianggap memiliki kelebihan tersendiri bila dibanding dengan manusia lain, khususnya dibidang metafisika atau perkara klenik dan ghaib. Untuk membuatnya ringan para Empu selalu memadukan bahan dasar ini dengan logam lain. Keris masa kini (nèm-nèman, dibuat sejak abad ke-20) biasanya memakai logam pamor nikel. Keris masa lalu (keris kuna) yang baik memiliki logam pamor dari batu meteorit yang diketahui memiliki kandungan titanium yang tinggi, di samping nikel, kobal, perak, timah putih, kromium, antimonium, dan tembaga. Batu meteorit yang terkenal adalah meteorit Prambanan, yang pernah jatuh pada abad ke-19 di kompleks percandian Prambanan. Cara pembuatan keris pun sangat bervariasi. Bisa dikatakan antara empu satu dengan yang lainya akan memiliki pakem atau pedoman yang berbeda-beda.

Pembuatan keris pusaka biasanya melalui tahapan ritual yang cukup rumit dan hanya bisa dilakukan oleh seorang Empu yang benar-benar memiliki kemampuan olah batin supranatural yang lebih dari mumpuni, atau bisa dikatakan bila hal ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Adapun proses sederhana dan ringkas dari pembuatan keris adalah :bilah besi sebagai bahan dasar diwasuh atau dipanaskan hingga berpijar lalu ditempa berulang-ulang untuk membuang pengotor (misalnya karbon serta berbagai oksida). Setelah bersih, bilah dilipat seperti huruf U untuk disisipkan lempengan bahan pamor di dalamnya. Selanjutnya lipatan ini kembali dipanaskan dan ditempa. Setelah menempel dan memanjang, campuran ini dilipat dan ditempa kembali berulang-ulang. Cara, kekuatan, dan posisi menempa, serta banyaknya lipatan akan memengaruhi pamor yang muncul nantinya. Proses ini disebut saton. Bentuk akhirnya adalah lempengan memanjang. Lempengan ini lalu dipotong menjadi dua bagian, disebut kodhokan. Satu lempengan baja lalu ditempatkan di antara kedua kodhokan seperti roti sandwich, diikat lalu dipijarkan dan ditempa untuk menyatukan. Ujung kodhokan lalu dibuat agak memanjang untuk dipotong dan dijadikan ganja. Tahap berikutnya adalah membentuk pesibengkek (calon gandhik), dan terakhir membentuk bilah apakah berluk atau lurus. Pembuatan luk dilakukan dengan pemanasan. Setelahnya masih dilakukan proses penambahan ornamen atau ricikan pada bilah keris, dan dilanjutkan setelahnya dengan penyepuhan keris. atau bisa dikatakan dengan istilah lain sebuah proses untuk ” menuakan logam” ini harus dilakukan dengan sangat hati hati karena apabila keliru bisa mengakibatkan retaknya bilah keris yang dibuat.

This post was written by adminberita
About

Berbagi Informasi untuk edukasi dan kebaikan bersama

Categorised in:

No comment for Keris Pusaka Nusantara yang Adiluhung

Leave a Reply