Menu Click to open Menus
Home » Teknologi » Awan Kumolonimbus berbahaya bagi penerbangan

Awan Kumolonimbus berbahaya bagi penerbangan

(3605 Views) December 29, 2014 11:46 pm | Published by | No comment

 engapa awan kumolonimbus berbahaya bagi penerbangan

Awan Kumolonimbus berbahaya bagi penerbangan merupakan kalimat yang sudah tidak asing lagi khususnya bagi para penggiat penerbangan. Awan ini sering menjadi biang keladi dari terganggunya aktivitas penerbangan seluruh dunia. BAhkan Baru baru ini Indonesia dikejutkan dengan hilangnya pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ-8501, disinyalir kejadian ini erat kaitannya dengan salah satunya faktor adanya awan kumolonimbus ini. Sebenarnya seperti apa awan kumolonimbus ini, dan mengapa awan ini begitu berbahaya bagi penerbangan tentunya menjadi pertanyaan dibenak kita. KAli ini kami akan coba menyajikan wujud sebenarnya serta potensi bahaya apa saja dari awan komolonimbus atau mafhum disebut dengan awan cb. Silahkan para pembaca untuk menikmati artikel ini.

Awan Kumolonimbus berbahaya bagi penerbangan bila dibandingkan dengan awan lainnya. Secara harfiahnya awan kumolonimbus (cb) adalah sebuah awan vertikal menjulang (keluarga D2) yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Kumulonimbus berasal dari bahasa Latin, “cumulus” berarti terakumulasi dan “nimbus” berarti hujan. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara berkelompok, atau di sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini menciptakan petir melalui jantung awan. Awan kumulonimbus terbentuk dari awan kumulus (terutama dari kumulus kongestus) dan dapat terbentuk lagi menjadi supersel, sebuah badai petir besar dengan keunikan tersendiri. Bisa dibayangkan keadaan sebuah pesawat yang terbang masuk kedalam awan ini, mengingat adanya petir, ice, bahkan turbulensi yang selalu mengintai dan dapat menggagalkan sistem kelistrikan atau bahkan menggagalkan sistem aerodinamika dan daya angkat pesawat. Sebuah pernyataan dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Andi Eka Sakya menjelaskan, awan kumulonimbus adalah awan yang harus dihindari dalam penerbangan karena awan tersebut berisi elemen yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan. “Biasanya di awan kumolonimbus itu banyak kejadian, tidak hanya petir, tapi juga hujan yang disertai angin yang naik turun sehingga harus dihindari dalam penerbangan,” kata Andi, di kantornya, Senin (29/12/2014).

Bisa dikatakan sangat masuk akal apabila Awan Kumolonimbus berbahaya bagi penerbangan. Perlu juga untuk diketahui bahwa awan yang berbahaya ini memiliki fase pertumbuhan juga yang biasanya semua menyimpan potensi yang sama berbahayanya bagi dunia penerbangan. Adapun fase pertumbuhan dibagi menjadi 3 fase yaitu :

1. Fase Pertumbuhan awal

Ini adalah fase dimana angin bergerak keatas. bagi penerbangan jelas sangat berbahaya karena tentu akan ada perbedaan tekanan udara disini

2. Fase matang

Adalah dimana fase massa udara mulai berubah menjadi air. selain ada pergerakan keatas ada pula pergerakan kebawah. mungkin saja pada fase ini kerap terjadi turbulensi udara

3. Fase Mati

Fase dimana tidak ada lagi pasokan udara, sehingga pada fase ini maka massa air akan mulai turun kebawah…biasanya kita kenal dengan istilah hujan

BErikut contoh beberapa jenis awan kumolonimbus

 engapa awan kumolonimbus berbahaya bagi penerbangan

Jenis Cb kapillatus inkus

 

 

 

 

 

 

 

 

Awan kumolonimbus berbahaya bagi penerbangan

awan kumolonimbus kalvus

This post was written by adminberita
About

Berbagi Informasi untuk edukasi dan kebaikan bersama

Categorised in:

No comment for Awan Kumolonimbus berbahaya bagi penerbangan

Leave a Reply